Korbankan Masa Kecilnya Demi Hidupi Sang Nenek, Bocah Ini Rela Jadi Kuli Serabutan

 

Idealnya, masa kecil adalah masa di mana seorang anak menghabiskan waktunya bermain dan bersenang-senang dengan teman sebayanya. Namun, terkadang hidup tidak memberikan kemewahan itu. Seperti apa yang dirasakan oleh bocah berusia 15 tahun bernama Iman ini.

Di usianya yang tergolong masih anak-anak tersebut ia harus banting tulang untuk menjadi tulang punggung keluarga. Jadi, Iman hidup berdua saja dengan neneknya yang sudah tua dan sering sakit. Ia menjadi yatim sejak usianya masih satu tahun.

Tanpa kehadiran kedua orang tua, Iman menggantungkan hidupnya kepada sang nenek semenjak ia kecil. Kini, ketika neneknya sudah tidak mampu lagi mencari uang, ia dengan suka rela menggantikan peran tersebut.

Bocah Ini Rela Jadi Kuli Serabutan
Jadi, Iman kini harus mengorbankan waktu bermainnya untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah agar tetap terus bisa menyambung kehidupan dirinya dan sang nenek tercinta. Ia menjadi kuli serabutan membantu para tetangganya.

Ketika ia pulang sekolah ia, ia langsung ikut menjadi kuli di tetangganya yang sedang memabngun rumah. Ia diberi upah Rp.10,000 atau 20,000, itupun karena tetangganya tersebut merasa kasihan dan menghargai semangat yang dimiliki Iman. Selain itu, Iman juga menjadi kuli pengangkut sawit.

Menjadi kuli serabutan selalu dilakukan oleh Iman agar ketika ia pulang ia bisa membawa beras yang nanti akan ia makan bersama sang nenek.


Namun meskipun demikian Iman tetap bersekolah. Ia ingin terus menuntut ilmu dan meraih cita-citanya agar kelak bisa membahagiakan neneknya yang sudah merawat dirinya semenjak ia bayi.
Selain kesulitan ekonomi yang dialami oleh Iman dan neneknya, rumah yang merak tempati pun jauh dri kata layak. Rumah yang terbuat dari bambu tersebut sudah bapuk dimakan usia. Tinggal menunggu waktu, rumah yang mereka tempati pasti akan roboh.

Namun apa daya, jangankan untuk memperbaiki rumah, mencari apa untuk yang akan dimakan pun sulit. Jadi, untuk kamu yang ingin memberikan uluran tangan kepada Iman dan neneknya sangat dipersilakan.
Idealnya, masa kecil adalah masa di mana seorang anak menghabiskan waktunya bermain dan bersenang-senang dengan teman sebayanya. Namun, terkadang hidup tidak memberikan kemewahan itu. Seperti apa yang dirasakan oleh bocah berusia 15 tahun bernama Iman ini.

Di usianya yang tergolong masih anak-anak tersebut ia harus banting tulang untuk menjadi tulang punggung keluarga. Jadi, Iman hidup berdua saja dengan neneknya yang sudah tua dan sering sakit. Ia menjadi yatim sejak usianya masih satu tahun.

Tanpa kehadiran kedua orang tua, Iman menggantungkan hidupnya kepada sang nenek semenjak ia kecil. Kini, ketika neneknya sudah tidak mampu lagi mencari uang, ia dengan suka rela menggantikan peran tersebut.

Bocah Ini Rela Jadi Kuli Serabutan
Jadi, Iman kini harus mengorbankan waktu bermainnya untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah agar tetap terus bisa menyambung kehidupan dirinya dan sang nenek tercinta. Ia menjadi kuli serabutan membantu para tetangganya.

Ketika ia pulang sekolah ia, ia langsung ikut menjadi kuli di tetangganya yang sedang memabngun rumah. Ia diberi upah Rp.10,000 atau 20,000, itupun karena tetangganya tersebut merasa kasihan dan menghargai semangat yang dimiliki Iman. Selain itu, Iman juga menjadi kuli pengangkut sawit.

Menjadi kuli serabutan selalu dilakukan oleh Iman agar ketika ia pulang ia bisa membawa beras yang nanti akan ia makan bersama sang nenek.


Namun meskipun demikian Iman tetap bersekolah. Ia ingin terus menuntut ilmu dan meraih cita-citanya agar kelak bisa membahagiakan neneknya yang sudah merawat dirinya semenjak ia bayi.
Selain kesulitan ekonomi yang dialami oleh Iman dan neneknya, rumah yang merak tempati pun jauh dri kata layak. Rumah yang terbuat dari bambu tersebut sudah bapuk dimakan usia. Tinggal menunggu waktu, rumah yang mereka tempati pasti akan roboh.

Namun apa daya, jangankan untuk memperbaiki rumah, mencari apa untuk yang akan dimakan pun sulit. Jadi, untuk kamu yang ingin memberikan uluran tangan kepada Iman dan neneknya sangat dipersilakan.

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel